Hari Selasa tanggal 5 Mei 2009, bersama pak Ir. Kartika Nawanto (Dirut PT. Deltamarga Adyatama) saya diundang oleh Jaya Trade ke Cirebon untuk mengikuti seminar penggunaan aspal modifikasi yang merupakan aspal polimer dengan memakai teknologi dari Du Pont. Menurut hasil pengujian dari Puslitbang Jalan dan Jembatan terhadap aspal polimer produksi Jaya Trade ini memenuhi semua aspek spesifikasi, tidak ada syarat-syarat yang tidak dipenuhi dari hasil uji ini. Bahan campuran untuk bitumen polimer dari Du Pont  ini bisa untuk menaikkan softening point bitumen hingga 610 C sedangkan produk bitumen Pertamina umumnya, hanya mencapai 480 C. Dengan menaikkan softening point tentu saja akan menurunkan penetrasinya, tetapi masih dalam batas toleransi spesifikasi.

      Pemakalah dari India yaitu Mr. Jeetandra memberikan pengalaman pemakaian DuPont Elvaloy modified bitumen dinegaranya yang sudah digunakan  58 link jalan, itu  baik untuk express way (tol) maupun untuk jalan biasa dan tertua dibuka untuk pelayanan Oktober 1998, dan belum mengalami kerusakan berarti jadi sudah 11 tahun in service. Melihat foto-foto permukaan jalan yang ditunjukkannya yang terlihat masih hitam saya percaya deh. Uniknya di India ada jalan yang dua lajur yang satu memakai Du Pont Elvaloy modified bitumen sedang lajur satunya memakai bitumen biasa. Setelah beberapa tahun difoto kelihatan yang satu masih hitam (elvaloy’s modified bitumen) dan satunya sudah jadi abu-abu (yang pakai bitumen biasa). Untuk tol di India mereka memakai 2 lapis DBM (Dense Bitumen Macadam) tebal 7.5 cm (untuk 2 lapis = 15 cm)  dengan elvaloy’s modified bitumen softening point 570 C dan lapisan surface 5 cm juga dengan elvaloy’s modified bitumen dengan softening point 610 C satu lapis.    

      Kita perlu menggunakan bitumen yang softening pointnya 610 C untuk lapisan surface, karena suhu permukaan kita yang tinggi sehingga bitumen mudah menjadi lembek. Bagi kontraktor yang penting itu lho harganya murah dan pembayarannya bisa diatur. Saya mengucapkan terimakasih pada Jaya Trade karena oleh-olehnya makanan khas Cirebon yang satu dos besar. Kapan ngundang lagi, terutama makanan khas Cirebonan itu yang bikin ketagihan……